No products in the cart.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui kegiatan Grand Launching dan Sosialisasi yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di Aula Kampus UMMAH.

Bireuen- Rektor Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui kegiatan Grand Launching dan Sosialisasi yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di Aula Kampus UMMAH.
Mengusung tema “Mewujudkan Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas”, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta berbagai unsur civitas akademika.
Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa kehadiran ULD menjadi langkah nyata UMMAH dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.
“Disabilitas bukanlah ketidakmampuan, disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia. Inklusif berarti membuka ruang dialog, menerima perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Kampus yang inklusif adalah kampus yang mampu melahirkan generasi beradab, tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga cerdas merasakan,” ujarnya.
Ia juga berharap ULD UMMAH dapat menjadi wadah yang berperan aktif dalam memberikan layanan, advokasi, dan inspirasi bagi seluruh civitas akademika.
“Semoga Allah SWT meridai setiap langkah kita. Semoga ULD ini tumbuh menjadi pusat layanan, advokasi, dan inspirasi bagi semua pihak serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Mari kita jadikan UMMAH bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi tempat di mana setiap insan dihargai, dirangkul, dan dimanusiakan,” katanya.
Kehadiran ULD UMMAH juga tidak terlepas dari dukungan hibah ULD yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikdiktisaintek). Hibah ini merupakan bantuan dana yang ditujukan untuk membentuk dan memperkuat Unit Layanan Disabilitas di perguruan tinggi, sebagai bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Melalui hibah tersebut, UMMAH berkomitmen untuk memperkuat kapasitas layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas serta memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Ketua ULD UMMAH, Hilma Rahmatillah, S.Pd., M.Pd., dalam pemaparannya menegaskan pentingnya implementasi pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi.
“Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Selain itu, setiap anak juga memiliki kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan atau keterbatasannya. Justru, perbedaan itulah yang memperkaya proses belajar dan memperkuat mutu pendidikan bagi semua,” katanya.
Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan dan para pendidik harus memiliki kemampuan untuk merespons kebutuhan belajar yang beragam.
“Guru dan dosen perlu terus belajar memahami karakter dan kebutuhan setiap peserta didik. Inilah hakikat pendidikan inklusif, memastikan setiap anak merasa diterima, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Selain meresmikan ULD, kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan dua unit layanan baru, yaitu Unit Pelayanan Psikologi UMMAH (UP2U) dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Ketiga unit ini dibentuk sebagai bagian dari komitmen UMMAH dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, sehat, inklusif, dan berkarakter.
Ketua UP2U UMMAH, Taifatul Jannah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan berbagai layanan yang siap diberikan bagi mahasiswa dan civitas akademika.
“Melalui Klinik Konseling Kampus (K3), mahasiswa dapat memperoleh layanan konseling psikologi secara reguler,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan adanya layanan psikotes dan asesmen untuk kebutuhan rekrutmen, pemetaan minat dan bakat, serta skrining awal. Selain itu, UP2U akan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan seminar dengan topik seperti manajemen stres, kecerdasan emosional, self-healing, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Sementara itu, Admin Satgas PPKPT UMMAH, Ardiansyah, S.Psi., M.Si., menegaskan pentingnya membangun ruang pendidikan yang bebas dari kekerasan seksual.
“Mari kita bersama hapus kekerasan seksual untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, nyaman, dan merdeka dari kekerasan, demi terwujudnya Pelajar Pancasila dan Merdeka Belajar,” ujarnya.
Melalui pembentukan ULD, UP2U, dan Satgas PPKS ini, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kampus yang adaptif, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Langkah ini sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin dan cita-cita UMMAH sebagai kampus yang mencerdaskan dan memanusiakan.[]