No products in the cart.
UMMAH resmi meluncurkan SATGAS PPKPT melalui peresmian Pusat Layanan PPKPT sebagai langkah memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi serta mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan berintegritas.

Bireuen– Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) resmi meluncurkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (SATGAS PPKPT) pada Rabu (15/7/2026). Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita di Pusat Layanan PPKPT UMMAH yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika.
Launching SATGAS PPKPT menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem perlindungan civitas akademika di Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh. Kehadiran satuan tugas ini diharapkan mampu memberikan layanan pencegahan, pendampingan, hingga penanganan terhadap berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa pembentukan SATGAS PPKPT merupakan komitmen nyata universitas dalam menghadirkan tata kelola kampus yang berintegritas.
"Launching SATGAS PPKPT bukan sekadar peresmian sebuah unit, tetapi bentuk keseriusan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh dalam melindungi seluruh civitas akademika. Kami ingin memastikan setiap warga kampus memperoleh rasa aman, perlindungan, dan kepastian dalam setiap proses pembelajaran maupun aktivitas di lingkungan universitas," ujarnya.
Sementara itu, Ketua SATGAS PPKPT UMMAH, Dr. Alfiandi Zikra, S.H., M.H menjelaskan bahwa keberadaan pusat layanan ini akan menjadi ruang yang mudah diakses oleh seluruh civitas akademika untuk memperoleh informasi, konsultasi, maupun pendampingan.
"SATGAS PPKPT akan mengedepankan prinsip profesional, objektif, menjaga kerahasiaan, serta berpihak pada pemulihan korban. Kami berharap seluruh warga kampus turut mendukung terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," katanya.
Dengan diresmikannya SATGAS PPKPT, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh semakin mempertegas komitmennya dalam membangun budaya kampus yang aman, nyaman, inklusif, serta berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan. Keberadaan satuan tugas ini diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus penggerak budaya saling menghormati, sehingga seluruh civitas akademika dapat menjalankan aktivitas akademik dengan rasa aman dan penuh integritas.[]