UMMAH Hadirkan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tengah

Dec 17, 20259 mins read

Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melaksanakan program Layanan Dukungan Psikososial atau Psychological First Aid (PFA) bagi anak-anak korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu, (17/12/2025).

WhatsApp Image 2025-12-18 at 20.29.28_0a857ad8
UMMAH melaksanakan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak pengungsi bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah, Kamis (18/12/2025).

Aceh Tengah - Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melaksanakan program Layanan Dukungan Psikososial atau Psychological First Aid (PFA) bagi anak-anak korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, (17/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di dua posko pengungsian, yakni Posko Masjid Al-Abrar Kebayakan dan Posko Paya Reje yang berlokasi di SD setempat.  

Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa UMMAH yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan awal secara psikologis kepada anak-anak pengungsi.   

Penanggung jawab kegiatan Mariyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga dosen Program Studi Psikologi UMMAH menyebutkan, kegiatan ini hadir untuk mendampingi dan menguatkan anak-anak yang terdampak bencana. Fokusnya adalah menciptakan rasa aman, nyaman, dan membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka tanpa tekanan,  

Kegiatan diawali dengan mengobrol santai bersama anak-anak, menanyakan kondisi mereka, kebutuhan yang dirasakan, serta aktivitas yang sedang dan telah dilakukan selama berada di pengungsian. Anak-anak kemudian diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti menggambar, mewarnai, bermain permainan ringan, serta menerima motivasi di sela-sela kegiatan.  

WhatsApp Image 2025-12-18 at 20.30.07_73fe9ccb
Pendampingan psikososial UMMAH bagi anak-anak pengungsi melalui kegiatan menggambar dan bermain.

Melalui aktivitas menggambar, tim melihat bagaimana anak-anak mengekspresikan pengalaman traumatisnya. Salah satu anak menggambarkan rumahnya yang tertutup tanah akibat longsor. Tim juga mengamati adanya kebutuhan besar akan perhatian dan kasih sayang, yang terlihat dari perilaku anak-anak yang terus ingin berada dekat dengan pendamping.  

“Ada anak yang hanya mau menggambar jika ditemani langsung oleh dosen, bahkan harus menggambar bersama. Ada pula anak perempuan yang terus ingin berada dekat dan seperti membutuhkan pelukan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka sangat membutuhkan rasa aman dan kasih sayang,” jelas Mariyani.  

Para pengungsi biasanya menghabiskan waktu di pengungsian selama hampir 24 jam, atau sebagian lainnya memilih hanya kembali ke pengungsian saat malam hari.   

“Di posko pertama pengungsi menetap di pengungsian selama 24 jam. Sementara, pengungsi di posko kedua biasanya datang pada sore hari hingga pagi, lalu kembali ke rumah masing-masing atau ke kebun pada siang hari sebelum kembali lagi ke pengungsian,” kata Mariyani.   

Melalui kegiatan ini, UMMAH menegaskan komitmennya untuk hadir dalam pemulihan psikososial masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam aksi kemanusiaan di Aceh Tengah.[]