UMMAH Gelar Workshop Diferensiasi Misi, Perkuat Strategi Menuju Akreditasi Unggul

Sep 22, 20269 mins read

Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar Workshop Diferensiasi Misi secara daring dengan tema “Membedah Kriteria 6 IAPT 4.1”, Selasa (22/9/2026), menghadirkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt. sebagai narasumber.

Screenshot (440) (1)-1
Pelaksanaan Workshop Diferensiasi Misi UMMAH sebagai langkah memperkuat arah pengembangan institusi dan persiapan menuju akreditasi unggul.


Bireuen — Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar Workshop Diferensiasi Misi secara daring, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Membedah Kriteria 6 IAPT 4.1” ini menjadi bagian dari upaya UMMAH memperkuat arah pengembangan institusi dan mempersiapkan bukti kinerja menuju akreditasi unggul.

Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Akt. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, diferensiasi misi tidak hanya dipahami sebagai penyusunan kalimat misi yang berbeda dari perguruan tinggi lain. Diferensiasi harus memiliki keterkaitan dengan mandat pendirian perguruan tinggi, posisi strategis, ketersediaan sumber daya, serta bukti daya saing yang dapat diverifikasi.

“Diferensiasi misi bukan sekadar membuat sesuatu yang berbeda, tetapi bagaimana perguruan tinggi menentukan fokus keunggulan yang benar-benar sesuai dengan mandat, sumber daya, dan memiliki bukti capaian yang nyata,” katanya.

Prof. Dwi juga menekankan pentingnya kesinambungan antara Renstra, program kerja, anggaran, evaluasi, hingga hasil yang dicapai. 

Ia juga menekankan evaluasi pencapaian misi secara berkala dengan dukungan data, benchmarking eksternal, pelaporan kepada pemangku kepentingan, serta identifikasi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha maupun dunia industri.

Kepala Penjaminan Mutu UMMAH, Agung Pangeran Bungsu, M.Sos, menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi langkah penting bagi UMMAH untuk mulai menyiapkan diferensiasi misi secara lebih terarah dan berbasis bukti.

“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa misi yang dimiliki UMMAH tidak hanya menjadi rumusan di dalam dokumen, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam program, sumber daya, anggaran, capaian, dan bukti yang dapat menunjukkan keunggulan khas UMMAH secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan tersebut perlu dilakukan sejak dini agar setiap unit di lingkungan UMMAH memiliki arah yang sama dalam mendukung pencapaian misi dan target akreditasi.

“Diferensiasi misi ini perlu dipahami bersama oleh seluruh unit, karena yang dibangun bukan hanya dokumen akreditasi, tetapi sebuah sistem dan budaya kerja yang konsisten dengan misi serta dapat dibuktikan melalui capaian dari tahun ke tahun,” katanya. 

Workshop ini diikuti unsur pimpinan, fakultas, program studi, lembaga, biro administrasi, keuangan, serta bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMMAH.

Melalui kegiatan tersebut, UMMAH diharapkan memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai diferensiasi misi sekaligus mampu membangun keunggulan institusi secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan menghadapi siklus akreditasi berikutnya.[]