UMMAH Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara dan Simulasi PPGD Bersama Jasa Raharja dan Satlantas

Apr 21, 20267 mins read

UMMAH menjadi lokasi kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dan pelatihan PPGD oleh Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bireuen pada Selasa (21/4/2026) di Bireuen, yang diikuti civitas akademika dengan pembekalan penanganan awal kecelakaan dan disiplin berkendara melalui penyampaian materi serta simulasi langsung.

WhatsApp Image 2026-04-21 at 12.01.39
Civitas akademika UMMAH mengikuti edukasi keselamatan berlalu lintas dan pelatihan PPGD oleh Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen di Bireuen, Selasa (21/4/2026), melalui materi dan simulasi penanganan awal kecelakaan.

Bireuen — Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas yang dirangkai dengan pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Jasa Raharja dan Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen.

Diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika, mereka diberikan pembekalan terkait langkah awal penanganan korban kecelakaan di lokasi kejadian. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin dalam berlalu lintas.

Perwakilan Jasa Raharja, Agus, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kemampuan dasar pertolongan pertama sangat dibutuhkan di tengah tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.

“Penanganan awal yang tepat dapat menjadi penentu keselamatan korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan,” katanya.

Sementara itu, personel Satlantas Polres Bireuen, Hidayat, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Kecelakaan sering kali terjadi karena kelalaian sederhana, seperti tidak menggunakan helm atau bermain ponsel saat berkendara,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

“Keselamatan di jalan harus menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta simulasi langsung penanganan korban kecelakaan. Peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan, terutama pada sesi praktik yang memberikan pengalaman nyata dalam situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan civitas akademika UMMAH dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.[]