No products in the cart.
Sebagai upaya memperkuat kapasitas riset dan publikasi ilmiah dosen, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penerbitan (LP2MP), menggelar bimbingan teknis dengan tema “Meningkatkan Reputasi Riset: Pemanfaatan SINTA, SCOPUS, dan Mendeley dalam Penulisan Ilmiah”.

Bireuen–Sebagai upaya memperkuat kapasitas riset dan publikasi ilmiah dosen, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penerbitan (LP2MP), menggelar bimbingan teknis dengan tema “Meningkatkan Reputasi Riset: Pemanfaatan SINTA, SCOPUS, dan Mendeley dalam Penulisan Ilmiah”, Senin (20/10/2025) di Aula Kampus setempat.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Dr. Matang, M.Pd yang mengulas pengelolaan akun SINTA, Google Scholar, dan Garuda; Rizky Bintang Setiawan, M.Pd yang memaparkan strategi publikasi pada jurnal bereputasi Scopus; serta Abdul Rahmad, M.Pd yang memberikan pelatihan praktis mengenai manajemen referensi menggunakan aplikasi Mendeley.
Wakil Rektor II UMMAH, Nur Sa’adah, S.Psi., M.Pd, dalam sambutannya menegaskan pentingnya publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas akademik sebuah perguruan tinggi.
“Publikasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata kontribusi dosen terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, universitas akan terus memberi dukungan terhadap peningkatan kapasitas riset dosen melalui berbagai pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi riset lintas bidang.
“Reputasi universitas lahir dari produktivitas dan integritas civitas akademika dalam berkarya. Karena itu, kami ingin memastikan setiap dosen UMMAH memiliki keterampilan yang mumpuni untuk menulis, meneliti, dan mempublikasikan karyanya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LP2MP Barep Sarinauli, S.S., M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin lembaganya untuk memperkuat kompetensi akademik dosen.
“Kami berupaya menyiapkan ekosistem riset yang kuat. Dengan memahami cara mengelola identitas akademik dan memanfaatkan teknologi seperti Mendeley atau SINTA, dosen dapat lebih mudah menjangkau publikasi internasional,” jelasnya.
Barep juga menekankan bahwa kualitas riset tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian memberi manfaat bagi masyarakat.
“Reputasi riset dibangun dari kualitas karya, kolaborasi, dan kebermanfaatannya. UMMAH berkomitmen untuk melahirkan riset yang relevan dengan kebutuhan umat,” katanya.
Melalui kegiatan seperti ini, UMMAH terus memperkuat posisinya sebagai universitas yang unggul, berdaya saing global, dan berlandaskan nilai-nilai Islami.[]