No products in the cart.
UMMAH gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi guru dan murid terdampak banjir di Bireuen sebagai upaya memperkuat pemulihan psikososial pascabencana di lingkungan sekolah.

Bireuen— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Guru dan Siswa di Satuan Pendidikan Penyintas Banjir di Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa, (13/01/2026) hingga Kamis, (15/01/2026) ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bireuen.
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Mawardi, SSTP., M.Si. Dalam sambutannya, Mawardi menekankan pentingnya peran sekolah dan guru dalam mendukung pemulihan psikologis anak-anak penyintas bencana.
“Pelatihan dukungan psikososial ini sangat penting untuk membantu guru dan siswa bangkit dari dampak psikologis pascabencana banjir. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan menenangkan bagi anak-anak, sehingga proses pemulihan dapat berjalan seiring dengan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH). Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketangguhan satuan pendidikan di daerah terdampak bencana,” tambahnya.
Pelatihan ini diikuti oleh guru dan murid dari satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam layanan dukungan psikososial pascabencana, meliputi pengenalan dampak emosional bencana, identifikasi tanda-tanda stres dan trauma pada anak, serta penguatan keterampilan pendampingan melalui komunikasi empatik dan teknik relaksasi. Materi pelatihan diarahkan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran dan pendampingan di lingkungan sekolah maupun hunian sementara.
Sementara itu, Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag menyampaikan bahwa pelatihan layanan dukungan psikososial ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam merespons kebutuhan pendidikan dan kemanusiaan pascabencana.
“Kami berharap para guru dan murid tidak hanya memperoleh pemulihan secara emosional, tetapi juga mampu membangun kembali rasa aman, semangat belajar, dan ketangguhan di lingkungan sekolah. Kampus hadir untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan dan berbasis empati,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan dukungan psikososial ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ketangguhan sekolah dan komunitas pendidikan di Kabupaten Bireuen, sekaligus mendukung pemulihan berkelanjutan bagi guru dan siswa penyintas bencana banjir.[]