No products in the cart.
Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mengonfirmasi terdampaknya tiga gedung kampus secara signifikan yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu, (26/11/2025).

Bireuen- Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mengonfirmasi terdampaknya tiga gedung kampus secara signifikan yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu, (26/11/2025).
Tiga Gedung kampus tersebut diantaranya Gedung Kampus Induk di jln. Gayo, No. 2, Simpang IV Bireuen, Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) di Jalan Medan-Banda Aceh Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di jl. Qurata Aini Mampak, Kebayakan, Aceh Tengah.
Bencana alam ini telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah aset dan infrastruktur penting. Namun demikian pihak universitas memastikan keselamatan seluruh civitas akademika adalah prioritas utama.
"Kami sangat prihatin atas musibah banjir bandang yang melanda Aceh, yang juga berdampak pada kampus kami. Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh mahasiswa, dosen, dan staf berada dalam kondisi aman. Kami telah membentuk tim tanggap darurat untuk segera menilai dan memulai proses pemulihan aset dan infrastruktur yang rusak," kata Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag, Senin (08/12/2025).
Kerugian dan Dampak Spesifik (Hingga 14 Hari Pasca-Banjir)

Terhitung 14 hari pasca-banjir, kerusakan tersebar di beberapa area vital kampus, meliputi:
Langkah Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Program Bantuan
Pihak UMMAH telah mengambil serangkaian langkah cepat untuk mengatasi situasi ini, yaitu dengan:
Program Bantuan dan Solidaritas
Selain pemulihan fisik, UMMAH juga berfokus pada dukungan moral dan material bagi civitas akademika yang terdampak:
Sementara itu, rektor UMMAH terus mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam semangat solidaritas demi mempercepat pemulihan.
"Kami mengapresiasi semangat gotong royong yang telah ditunjukkan. Kami berharap dukungan semua pihak agar kampus kita dapat kembali beroperasi normal secepatnya," ujar Dr. Muharrir.[]