Terdampak Banjir Bandang, UMMAH Lakukan Upaya Pemulihan Aset dan Infrastruktur

Dec 08, 202513 mins read

Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mengonfirmasi terdampaknya tiga gedung kampus secara signifikan yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu, (26/11/2025).

 

WhatsApp Image 2025-12-04 at 10.29.38_88255d33-1
Kondisi ruang kuliah UMMAH 14 hari pasca banjir.

Bireuen- Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mengonfirmasi terdampaknya tiga gedung kampus secara signifikan yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu, (26/11/2025).  

Tiga Gedung kampus tersebut diantaranya Gedung Kampus Induk di jln. Gayo, No. 2, Simpang IV Bireuen, Gedung  Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) di Jalan Medan-Banda Aceh Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di jl. Qurata Aini Mampak, Kebayakan, Aceh Tengah.   

Bencana alam ini telah menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah aset dan infrastruktur penting. Namun demikian pihak universitas memastikan keselamatan seluruh civitas akademika adalah prioritas utama.  

"Kami sangat prihatin atas musibah banjir bandang yang melanda Aceh, yang juga berdampak pada kampus kami. Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh mahasiswa, dosen, dan staf berada dalam kondisi aman. Kami telah membentuk tim tanggap darurat untuk segera menilai dan memulai proses pemulihan aset dan infrastruktur yang rusak," kata Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag, Senin (08/12/2025).  

Kerugian dan Dampak Spesifik (Hingga 14 Hari Pasca-Banjir)  

WhatsApp Image 2025-12-04 at 10.29.45_48b7d61a
Kondisi ruang administrasi kampus induk di jl Gayo, Simpang IV, Bireuen.

Terhitung 14 hari pasca-banjir, kerusakan tersebar di beberapa area vital kampus, meliputi:  

  1. Gedung Kuliah & Laboratorium: Peralatan, perabot, serta berbagai perangkat elektronik rusak akibat terendam banjir. Kerugian material cukup tinggi, terutama pada alat-alat laboratorium esensial.  
  2. Akses Menuju Kampus FIP (Takengon): Ruas jalan utama dan beberapa jembatan terputus akibat longsor, menyebabkan akses menuju kampus terhambat total.  
  3. Fasilitas Penunjang: Perpustakaan dan pusat data kampus juga terdampak dan masih dalam proses perhitungan kerugian.  

Langkah Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Program Bantuan  

Pihak UMMAH telah mengambil serangkaian langkah cepat untuk mengatasi situasi ini, yaitu dengan:  

  1. Pembentukan Tim Satgas Bencana: Tim yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, bagian sarana dan prasarana, serta perwakilan mahasiswa telah dibentuk untuk mengoordinasikan penanganan di lapangan.  
  2. Penangguhan Sementara Kegiatan Tatap Muka: Seluruh kegiatan perkuliahan tatap muka di semua Fakultas di Lingkungan UMMAH untuk sementara waktu diliburkan, dan akan dialihkan ke pembelajaran daring (online) hingga keadaan kembali stabil dan infrastruktur mendukung.  
  3. Aksi Bersih Kampus (Gotong Royong): Program gotong royong massal melibatkan staf dan relawan mahasiswa telah dilakukan untuk membersihkan lumpur dan puing-puing, dengan fokus awal pada area yang paling kritis.  

Program Bantuan dan Solidaritas  

Selain pemulihan fisik, UMMAH juga berfokus pada dukungan moral dan material bagi civitas akademika yang terdampak:  

  1. Penyaluran Bantuan Dosen, Staf, dan Mahasiswa Terdampak: Universitas telah menginisiasi program "UMMAH Peduli Bencana" untuk menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada mahasiswa, dosen, dan staf yang rumahnya juga ikut terdampak banjir. Selain itu, posko darurat dan donasi untuk korban banjir  juga telah dibuka untuk civitas akademika UMMAH dan Keluarga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Pokso tersebut merupakan kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Bireuen.  
  2. Kajian Kerugian Aset: Tim Internal terus melakukan kajian mendalam untuk menghitung total kerugian aset yang akan menjadi dasar pengajuan dana pemulihan dan bantuan dari pihak eksternal.  

Sementara itu, rektor UMMAH terus mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam semangat solidaritas demi mempercepat pemulihan.  

"Kami mengapresiasi semangat gotong royong yang telah ditunjukkan. Kami berharap dukungan semua pihak agar kampus kita dapat kembali beroperasi normal secepatnya," ujar Dr. Muharrir.[]