Relawan Salurkan Bantuan dan Layanan Psikososial bagi Pengungsi di Posko Kampus UMMAH

Jan 02, 20267 mins read

UMMAH membantu memfasilitasi penyaluran bantuan dan layanan psikososial bagi pengungsi di posko kampus, sebagai bagian dari upaya kemanusiaan dan pendampingan masyarakat terdampak bencana.

WhatsApp Image 2026-01-02 at 13.10.45
Penyaluran bantuan logistik yang difasilitasi UMMAH di posko pengungsian kawasan kampus.

Takengon — Kegiatan penyaluran bantuan dan layanan psikososial dilaksanakan di posko pengungsian yang berada di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Takengon, Aceh Tengah. Dalam kegiatan ini, UMMAH berperan membantu dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kemanusiaan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana.

Bantuan disalurkan oleh relawan dan mitra kemanusiaan dari Kota Meulaboh sebagai bagian dari rangkaian distribusi bantuan ke sejumlah titik pengungsian. Posko kampus UMMAH Takengon menjadi salah satu lokasi singgah untuk penyaluran bantuan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga disertai dengan layanan psikososial sederhana melalui pendekatan komunikatif dan pendampingan emosional, khususnya kepada para ibu pengungsi. Relawan berinteraksi secara langsung dengan pengungsi guna memberikan dukungan moril dan menciptakan suasana yang lebih kondusif di lingkungan pengungsian.

“Kami berupaya mendampingi para pengungsi tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga dengan dukungan psikososial sederhana. Kehadiran dan komunikasi menjadi penting agar mereka merasa diperhatikan dan tetap memiliki kekuatan secara mental,” ujar  Mariyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, salah satu perwakilan Satgas Siaga Bencana UMMAH.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, snack anak, perlengkapan bayi, roti, sembako, air minum, sandal, serta perlengkapan kebersihan. 

“Makanan siap saji disiapkan agar dapat langsung dikonsumsi oleh pengungsi tanpa memerlukan proses pengolahan tambahan,” katanya.

Berdasarkan pendataan di lokasi, jumlah pengungsi yang menerima layanan dan bantuan sekitar 69 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak dan remaja. Dalam pelaksanaannya, UMMAH turut melibatkan mahasiswa untuk membantu pendampingan di area pengungsian.

Melalui keterlibatan ini, UMMAH berharap dapat terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan dengan memberikan dukungan fasilitatif serta memperkuat sinergi antara kampus, relawan, dan masyarakat dalam situasi darurat.[]