Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH Gelar FGD dan Bedah Kurikulum, Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Oct 26, 202611 mins read

Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH menggelar FGD dan Bedah Kurikulum bersama praktisi industri untuk menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja serta memperkuat kompetensi lulusan di era digital.

WhatsApp Image 2026-11-03 at 14.21.21 (1)
Praktisi bidang jurnalistik, digital marketing, dan Public Relations bersama civitas akademika Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH dalam kegiatan FGD dan Bedah Kurikulum, Senin (26/10/2026), secara daring


Bireuen — Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Kurikulum pada Senin (26/10/2026) secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam mengevaluasi dan menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan bidang komunikasi serta kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga praktisi dari bidang jurnalistik, digital marketing, dan Public Relations (PR), yakni Azhfar Muhammad selaku jurnalis Kantor Berita Nasional, Surya Mahardika, S.Sos., serta Mahsurizal, SKM, VP Komunikasi dan Administrasi Korporat PT Pupuk Iskandar Muda.

Dalam sesi pertama, Azhfar Muhammad memaparkan materi Produksi Konten Jurnalistik Digital. Ia menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan jurnalistik yang tidak hanya terbatas pada kemampuan menulis berita, tetapi juga mencakup peliputan, verifikasi fakta, produksi konten multimedia, hingga distribusi informasi melalui berbagai platform digital.

Selanjutnya, Surya Mahardika membahas peluang karier di bidang digital marketing melalui materi Level Up Your Digital Marketing Skill: Membangun Karir Menjadi Seorang Digital Marketing Specialist. Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi, kreativitas, adaptasi, pengelolaan media sosial, dan copywriting sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dalam sesi tersebut, ia juga memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum Ilmu Komunikasi, khususnya penguatan mata kuliah marketing dan usulan penempatan mata kuliah digital marketing pada semester ketiga. Menurutnya, pemahaman marketing merupakan pondasi penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pemasaran digital.

Sementara itu, Mahsurizal, SKM, melalui materi Kebutuhan Kompetensi Digital PR di Dunia Industri, menjelaskan bahwa profesi Public Relations tidak sekadar berkaitan dengan publikasi, tetapi juga mencakup pengelolaan komunikasi, hubungan dengan pemangku kepentingan, pemeliharaan reputasi, serta manajemen isu dan krisis komunikasi.

Ia turut menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa memiliki pengalaman yang mendekati kondisi kerja sesungguhnya.

“Konten yang menarik belum tentu layak publikasi. Setiap pesan korporasi harus akurat, etis, sesuai kewenangan, dan mempertimbangkan dampaknya,” katanya.

Berbagai masukan dari para praktisi menjadi bahan penting bagi Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH dalam mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat dalam kurikulum. Beberapa di antaranya meliputi jurnalistik digital, digital marketing, Public Relations, penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan praktik pembelajaran dan penyusunan portofolio mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH diharapkan dapat terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan dinamika profesi komunikasi. Dengan memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri, program studi berupaya mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesiapan menghadapi dunia kerja.[]