Prodi Hukum UMMAH Gelar FGD dan Bedah Kurikulum Bersama USK dan Stakeholder Kabupaten Bireuen

Sep 30, 20268 mins read

Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Kurikulum bersama Universitas Syiah Kuala (USK) dan stakeholder Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Hukum UMMAH dalam memperkuat dan menyempurnakan kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu hukum, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja.

WhatsApp Image 2026-10-06 at 11.23.07
Foto bersama Rektor UMMAH, narasumber, dan peserta FGD dan Bedah Kurikulum Program Studi Hukum UMMAH.

Bireuen - Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Kurikulum bersama Universitas Syiah Kuala (USK) serta sejumlah stakeholder bidang hukum di lingkungan Kabupaten Bireuen, Rabu (30/9/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Hukum UMMAH dalam melakukan pengembangan dan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan ilmu hukum, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja. 

Kegiatan tersebut menghadirkan Riza Chatias Pratama, S.H., LL.M., selaku Tim Pendampingan Pengembangan Kurikulum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, sebagai narasumber. Dalam kegiatan ini, peserta berdiskusi mengenai berbagai aspek pengembangan kurikulum, termasuk keterkaitan antara kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi hukum. 

Kaprodi Hukum UMMAH, Fauzan, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan FGD dan bedah kurikulum menjadi langkah penting bagi Prodi Hukum UMMAH untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. 

“Kegiatan FGD dan bedah kurikulum ini menjadi langkah penting bagi Prodi Hukum UMMAH untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Kami ingin memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya sesuai dengan perkembangan ilmu hukum, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” ujarnya. 

Menurutnya, keterlibatan USK dan para stakeholder memberikan masukan penting dalam proses pengembangan kurikulum Prodi Hukum UMMAH. 

“Masukan dari Universitas Syiah Kuala dan para stakeholder sangat berarti bagi kami dalam merumuskan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan berorientasi pada kompetensi lulusan. Harapannya, lulusan Prodi Hukum UMMAH nantinya memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan profesi hukum,” tambahnya. 

Melalui kegiatan ini, Prodi Hukum UMMAH terus berkomitmen menghadirkan kurikulum yang relevan, berkualitas, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan dunia hukum serta kebutuhan dunia kerja. 

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis UMMAH dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan stakeholder untuk mendukung terwujudnya lulusan hukum yang kompeten dan siap menghadapi tantangan profesional.[]