No products in the cart.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan sebagai relawan gabungan untuk membantu penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Bireuen – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan sebagai relawan gabungan untuk membantu penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Salah satu mahasiswa yang terjun langsung adalah Annisa Mawaddah, mahasiswi Program Studi Psikologi semester 5, yang juga merupakan guru freelance di Sekolah Alam Bireuen. Perannya di sekolah tersebut membuka jalan bagi Annisa untuk bergabung dalam relawan gabungan bersama berbagai komunitas.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan puluhan relawan dari Sekolah Alam Bireuen, tim Salam.aid dari Bogor, tim Gets Respons dari Banda Aceh, serta kolaborasi dengan ACH, Dayah Al-Atiyah, Share Edu Indonesia, dan berbagai komunitas lainnya.
Sejak hari ketiga pasca bencana, Jum’at (28/11/2025), relawan gabungan telah bergerak menyisir lokasi terdampak di Bireuen, Pidie Jaya, dan Bener Meriah untuk menyalurkan bantuan sekaligus mendampingi penyintas di posko pengungsian.
Donasi yang berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada penyintas mencakup berbagai kebutuhan mendesak, antara lain, Uang tunai, Logistik, Pakaian baru (termasuk pakaian dalam), Perlengkapan bayi, Perlengkapan lansia, dan Obat-obatan.
Namun menurut Annisa, bantuan yang disalurkan tidak sebatas logistik, tetapi juga mencakup dukungan pemulihan psikologis.
“Di lapangan kami tidak hanya membagikan bantuan, tapi juga mendengarkan cerita penyintas, bermain dan mewarnai bersama anak-anak, serta merajut bersama ibu-ibu. Kami ingin mereka merasa tidak sendiri dan tetap kuat menghadapi situasi ini,” katanya, Kamis, (04/12/2025).

Ia menyebutkan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi tekanan emosional dan mempercepat pemulihan kondisi mental para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Kegiatan ini masih berlangsung hingga hari ini. Setiap harinya kami melihat titik-titik baru yang membutuhkan bantuan, jadi kami terus bergerak,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa UMMAH dalam aksi tanggap bencana ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam mendorong mahasiswa berperan aktif di tengah masyarakat. Melalui kegiatan kemanusiaan seperti ini, UMMAH berharap semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk terlibat dalam aksi sosial dan pengabdian kepada masyarakat.[]