No products in the cart.
Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) bersama BEM Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Teupoh, Desa Sagoe, Kecamatan Peusangan

Bireuen- Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) bersama BEM Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun Teupoh, Desa Sagoe, Kecamatan Peusangan, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Ekonomi Kreatif dengan Sistem Monitoring Kesehatan Lingkungan Berbasis IoT untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan.”
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dusun Desa Sagoe, Wakil Dekan Fakultas Ilmu KesehatanBukhari, S.Kep., M.Kep., Ketua Prodi Kesehatan MasyarakatSri Wahyuni, SKM., M.Kes., serta dosen pendamping sekaligus pemateriAris Winadar, SKM., M.Kes. Turut hadir pula masyarakat Desa Sagoe dan seluruh mahasiswa Kesehatan Masyarakat semester lima.
Dalam sesi presentasi, tim mahasiswayang terdiri dari Rizka Aprilla (pemateri 1), Cut Tari Salsabila (pemateri 2), dan Yoga Aulia Putri (pemateri 3) memaparkan hasil analisis kondisi desa yang mencakup potensi ekonomi kreatif serta tantangan kesehatan lingkungan, khususnya terkait minimnya air bersih dan pengelolaan sampah.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa membentuk dua kelompok kerja, yakni Kelompok Kreator Meukat Sagoedan Pokja Lingkungan Sehat Sagoe, yang akan menjadi penggerak program berkelanjutan di masyarakat.
Solusi yang ditawarkan meliputi implementasi mesin pengolahan limbah jagung digital, pengembangan platform Creative Hub Sagoe, penerapan sistem monitoring lingkungan berbasis IoT dengan sensor dan early warning system, serta smart waste managementdengan teknologi composting otomatis.
Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat, Sri Wahyuni, SKM., M.Kes., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Kesehatan Masyarakat UMMAH tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu dengan teknologi dan pemberdayaan sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan analisis, inovasi, dan kepemimpinan sosial, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.[]