Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH Terlibat Aktif dalam Aksi Kemanusiaan Pramuka Peduli di Bener Meriah

Jan 04, 202612 mins read

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) terlibat aktif dalam aksi bakti sosial dan pendampingan korban banjir bersama Pramuka Peduli di Kabupaten Bener Meriah sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

WhatsApp Image 2026-01-10 at 14.01.08
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH bersama Pramuka Peduli membersihkan rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah.

Bener Meriah — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan kepedulian sosial melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan bakti sosial bersama Pramuka Peduli Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bener Meriah di sejumlah desa terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Minggu, (04/01/2025). 

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH, Afriyono dan Istiqfar Dio, menjadi bagian dari tim relawan yang turun langsung ke lapangan membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana ini tidak hanya melanda Kabupaten Bener Meriah, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.  

Kegiatan bakti sosial yang mengusung tema “Satu Rumah Satu Hari” ini difokuskan pada pembersihan rumah warga dari genangan air, lumpur, serta material longsor yang merusak bangunan tempat tinggal masyarakat. Para mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH terlibat aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dengan semangat gotong royong untuk membantu warga agar dapat kembali menempati rumah mereka secara layak. 

Selain melakukan pembersihan rumah, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH bersama Pramuka Peduli juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di sejumlah desa, di antaranya Desa Jamur Ujung (Kecamatan Wih Pesam), Desa Pantan Kuli dan Jamur Atu San Sosial (Kecamatan Mesidah), serta Desa Lampahan Timur, Lampahan Induk, dan Lampahan Barat. 

Bencana banjir dan longsor ini mengakibatkan ratusan rumah warga rusak berat hingga rata dengan tanah. Kondisi tersebut menyisakan duka mendalam dan trauma psikologis, terutama bagi anak-anak yang kehilangan rasa aman pascabencana.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH, Afriyono, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian kemanusiaan. 

“Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan terlibat langsung membantu masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan rumah atau menyalurkan bantuan, tetapi juga tentang membangun kembali harapan dan semangat, terutama bagi anak-anak korban banjir,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH juga fokus pada pendampingan psikososial bagi anak-anak korban bencana. 

“Kami dari Ilmu Komunikasi UMMAH berupaya mendampingi anak-anak melalui kegiatan trauma healing agar mereka dapat pulih dari rasa takut, kehilangan, dan kesedihan pascabencana. Kami ingin mereka kembali tersenyum dan memiliki semangat untuk melanjutkan kehidupan,” tambah Afriyono. 

Sementara itu, Istiqfar Dio, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH, menilai bahwa aksi kemanusiaan ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. 

“Keterlibatan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Di tengah kondisi darurat seperti ini, empati dan kehadiran langsung sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana,” katanya. 

Program bakti sosial dan pendampingan kemanusiaan ini telah berlangsung sejak 30 November 2025 dan akan terus dilaksanakan hingga status tanggap bencana di Aceh dinyatakan selesai. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH.[]