No products in the cart.

Bireuen — Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Penerbitan (LP2MP) Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dosen melalui penyelenggaraan Workshop Daring “Penguatan Kapasitas Dosen dalam Penyusunan Proposal Hibah DPPM BIMA”.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, (10/11/2025) ini menghadirkan Prof. Dr. Eng. Retno Supriyanti, S.T., M.T., Guru Besar dari Universitas Jenderal Soedirman, sebagai narasumber nasional. Workshop diikuti oleh dosen dari berbagai program studi di lingkungan UMMAH.
Ketua LP2MP UMMAH, Barep Sarinauli, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan dosen dalam merancang proposal penelitian yang kompetitif serta meningkatkan jumlah dan kualitas proposal hibah yang diajukan ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui platform BIMA Kemendikbudristek.
“Sinergi antara penelitian dan pengabdian merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat,” ujarnya.
Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag., yang menyampaikan apresiasi kepada LP2MP atas inisiatif dan konsistensinya dalam membina para dosen.
“Kemampuan dosen dalam menyusun proposal hibah menjadi salah satu indikator penting peningkatan mutu perguruan tinggi. Saya berharap workshop ini menjadi momentum bagi dosen UMMAH untuk lebih aktif berpartisipasi dalam program hibah penelitian dan pengabdian, baik di tingkat nasional maupun internal universitas,” ujarnya.
Pada sesi inti, Prof. Retno Supriyanti memaparkan strategi penyusunan proposal hibah yang efektif, mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan metodologi yang tepat, hingga berbagai kiat agar proposal dapat lolos pendanaan.
Kegiatan berlangsung interaktif dan produktif, ditutup dengan sesi diskusi kelompok dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para dosen UMMAH semakin termotivasi menghasilkan penelitian yang berkualitas, aplikatif, dan berdaya guna, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.[]