Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Sosialisasikan IKU di UMMAH

Jan 20, 202612 mins read

Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh menerima kunjungan Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh dalam rangka sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan penguatan mutu pendidikan tinggi.

WhatsApp Image 2026-01-20 at 08.37.17 (1)
Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., menyampaikan sosialisasi Rencana Strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) kepada pimpinan universitas, fakultas, dan program studi di Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh.

Bireuen- Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menerima kunjungan sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) Indikator Kinerja Utama (IKU) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh yang disampaikan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T.,Selasa (20/1/2026).  

Kunjungan sosialisasi ini diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan UMMAH. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai arah kebijakan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025–2029, sekaligus mendorong penyelarasan program perguruan tinggi dengan RPJMN 2025–2029.  

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan strategi perguruan tinggi dengan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025–2029, serta mendukung pencapaian RPJMN 2025–2029, di mana PTN dan PTS diharapkan bergerak bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.  

Dalam pemaparannya, Rizal Munadi menjelaskan bahwa terdapat 9 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi instrumen pengukuran kinerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dalam menjalankan tugas pembinaan dan fasilitasi perguruan tinggi. IKU tersebut dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama, yakni Institusional, Mutu Perguruan Tinggi dan Lulusan, serta SDM dan Riset, yang menjadi acuan dalam mendorong peningkatan mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS), termasuk di wilayah Aceh.  

“Sembilan Indikator Kinerja Utama ini bukan sekedar alat ukur kinerja lembaga, tetapi menjadi panduan bersama bagi PTN dan PTS untuk bergerak searah dalam mewujudkan Renstra Kemdiktisaintek 2025–2029 dan RPJMN 2025–2029,” katanya.  

Ia menegaskan bahwa pencapaian IKU membutuhkan komitmen dan peran aktif pimpinan perguruan tinggi, terutama dalam peningkatan kualitas layanan, ketepatan dan validitas pelaporan data PDDikti, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan riset, inovasi, dan karier dosen.  

“Perguruan tinggi di Aceh perlu menempatkan peningkatan mutu layanan, penguatan tata kelola, serta pengembangan SDM dan riset sebagai prioritas utama agar capaian IKU dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” katanya.  

Selain itu, implementasi kebijakan anti kekerasan, anti narkoba, dan anti korupsi di lingkungan kampus juga menjadi perhatian penting dalam IKU ke depan.  

Sementara itu, Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag, menyebutkan bahwa kunjungan sosialisasi tersebut menjadi penguatan bagi UMMAH dalam meningkatkan tata kelola dan mutu institusi.  

“Kunjungan sosialisasi IKU dari LLDikti Wilayah XIII Aceh ini menjadi penguatan bagi UMMAH dalam menyelaraskan perencanaan dan program kerja kampus dengan arah kebijakan nasional pendidikan tinggi,” ujarnya.   

Melalui kunjungan sosialisasi ini, UMMAH diharapkan dapat semakin memahami arah kebijakan LLDikti Wilayah XIII Aceh dan menjadikan IKU sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan program, penguatan tata kelola institusi, serta peningkatan mutu Tri Dharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.  

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara pimpinan UMMAH dan Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, membahas strategi implementasi IKU di tingkat institusi, fakultas, hingga program studi.[]