Dosen UMMAH Turun Langsung Jadi Relawan Banjir di Aceh Timur, Salurkan Bantuan ke Warga Rentan

Dec 06, 20259 mins read

Turun langsung ke lokasi bencana, dosen UMMAH Irhazt Angga Denilza, M.I.Kom menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Aceh Timur.

WhatsApp Image 2025-12-15 at 21.17.05_9fa0163e
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMMAH, Irhazt Angga Denilza, M.I.Kom, bersama korban banjir setelah turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Julok, Aceh Timur.


Aceh Timur — Kepedulian terhadap korban bencana banjir ditunjukkan oleh Irhazt Angga Denilza, M.I.Kom, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), yang turun langsung menjadi relawan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir Kabupaten Aceh Timur, khususnya Kecamatan Julok.

Melalui catatan lapangan yang dibagikannya, Irhazt menggambarkan kondisi warga yang hingga beberapa hari pasca banjir masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar. Salah satu kisah datang dari Kak Jah, warga Desa Tanjung yang memiliki Kartu Keluarga di Blang Gleum. Karena perbedaan alamat administrasi, ia belum tersentuh bantuan.

Saat banjir datang dengan cepat, Kak Jah harus menyelamatkan ibunya yang telah lanjut usia dengan menaikkannya ke atas karung padi. Namun karung tersebut goyah dan sang ibu sempat terjatuh ke genangan banjir. Meski tidak menimbulkan luka fisik, peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam.

“Kadang, di tengah bencana, yang membuat luka semakin dalam bukan hanya air yang merendam, tetapi juga perlakuan yang membedakan,” tulis Irhazt dalam catatan lapangannya, Sabtu (6/12/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap menggunakan sepeda motor karena medan berlumpur dan sulit dilalui. Bersama istrinya, Irhazt mengantarkan bantuan logistik langsung ke rumah-rumah warga, dengan prioritas kepada kelompok rentan seperti lansia, fakir miskin, serta keluarga yang memiliki anak-anak kecil. Informasi dari warga menyebutkan bahwa sebelumnya mereka hanya menerima bantuan beras sekitar dua muk per keluarga.

“Tidak perlu drama-drama, yang penting saudara kita bisa makan dan minum hari ini,” katanya.

Bantuan logistik tersebut berasal dari Ikatan Alumni Arrayah Sukabumi dan rekan-rekannya se-Indonesia, dukungan dari Masjid Ismuhu Yahya Pontianak, serta partisipasi pribadi Wakil Rektor II UMMAH, Nur Sa’dah, S.Psi., M.M bersama rekan-rekannya di Bireuen. Proses penyaluran sempat terkendala padamnya listrik dan jaringan komunikasi selama dua hari di lokasi bencana.

Dari lapangan, Irhazt mencatat bahwa pasca banjir warga tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga bahan makanan, pakaian, dan tempat beristirahat yang layak. Sebagian warga bahkan terpaksa tidur dengan kondisi tubuh masih berlumpur akibat keterbatasan.

Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata peran dosen UMMAH tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir langsung di tengah krisis kemanusiaan, membawa empati dan kepedulian bagi mereka yang terdampak bencana.[]