Civitas Akademika UMMAH Gelar Gotong Royong Massal Pasca Banjir Bandang

Dec 09, 20257 mins read

Sebagai langkah percepatan pemulihan pasca banjir bandang dan longsor yang berdampak pada tiga gedung kampus, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar gotong royong massal yang melibatkan seluruh civitas akademika pada hari ini, Selasa (09/12/2025).

WhatsApp Image 2025-12-12 at 16.30.21_ea72f24a
Civitas akademika UMMAH bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan area kampus yang terdampak banjir bandang.

Bireuen- Sebagai langkah percepatan pemulihan pasca banjir bandang dan longsor yang berdampak pada tiga gedung kampus, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar gotong royong massal yang melibatkan seluruh civitas akademika pada hari ini, Selasa (09/12/2025). 

Kegiatan gotong royong dipusatkan di area Gedung Kampus Induk, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Takengon—tiga lokasi yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat bencana. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa bersama-sama membersihkan lumpur, sampah, dan peralatan kampus yang terdampak. 
 

WhatsApp Image 2025-12-12 at 16.30.18_545a1da6-1
Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UMMAH turun langsung membersihkan fasilitas kampus pasca banjir.

Rektor UMMAH, Dr. Muharrir, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa gotong royong ini menjadi bagian penting dari tahap awal pemulihan. 

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan semangat luar biasa dari seluruh civitas akademika. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kita tidak sendiri menghadapi musibah ini. Kita bangkit bersama, bekerja bersama, dan saling menguatkan,” ujarnya. 

Ia juga menegaskan kembali komitmen UMMAH untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur kampus. 

“Kita ingin memastikan bahwa kampus kembali pulih secepat mungkin. Setiap tenaga yang hadir hari ini sangat berarti. Ini adalah langkah awal untuk mengembalikan aktivitas akademik berjalan normal,” katanya. 

Sebelumnya, UMMAH telah membentuk Tim Satgas Bencana untuk memetakan kerusakan dan menentukan prioritas pemulihan. Langkah awal yang dilakukan meliputi pembersihan area kritis, penataan ulang ruangan, dan penyelamatan peralatan penting yang masih bisa digunakan. 

Melalui gotong royong ini, UMMAH menegaskan komitmennya untuk bangkit dari dampak bencana dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik.[]